Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan rangkaian perayaan yang paling panjang di antara hari-hari raya Agama Hindu, jarak waktunya selama 60 hari, dimana rangkaiannya diawali pada :

1. Hari Sabtu Kliwon Wariga yang disebut dengan Tumpek Pengarah atau Pengatag, tepatnya 25 hari sebelum Hari Raya Galungan dan persembahan ditujukan kepada dewa Sankara (nama lain Dewa Siva)sebagai penguasa tumbuh-tumbuhan den

gan mempersembahkan sesajen pada pohon-pohon kayu yang menghasilkan buah, daun, dan bunga yang akan digunakan pada Hari Raya Galungan.

Selamat Hari Raya GALUNGAN & KUNINGAN 2011


Galungan adalah suatu upacara sakral bagi umat Hindu di Bali. Galungan memberikan kekuatan spiritual agar mampu membedakan mana dorongan hidup yang berasal dari adharma dan mana dari dharma

Galungan mempunyai arti Pawedalan Jagat atau Oton Gumi. Tidak berarti bahwa Gumi/ Jagad ini lahir pada hari Budha Keliwon Dungulan. Melainkan hari itulah yang ditetapkan agar umat Hindu di Bali menghaturkan terimakasih ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi. Berkat Beliaulah dapat terciptanya dunia serta segala isinya, dan telah berkenan menciptakan segala-galanya di dunia ini.

Segitiga Bermuda Untuk Daerah Paranormal

 Segitiga Bermuda terkadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.

Wanita Benci 7 Hal dari Pria

Wanita mengagumi pria karena berbagai alasan. Entah itu, perhatiannya, tubuh tegapnya, atau kecerdasannya. Namun, ada sejumlah perilaku khas pria yang tidak disukai wanita.

Ingin tahu apa sajakah itu? Simak hasil wawancara sekelompok wanita yang menyatakan hal paling dibenci dari pria seperti:

Hari Raya Saraswati dalam Ajaran Umat Hindu

Hari Raya Saraswati adalah perayaan hari diturunkannya ilmu pengetahuan (vidya) dan Tuhan Yang Maha Esa melalui sinar suci-Nya Dewi Saraswati atau hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati, jatuh pada tiap-tiap hariSaniscara Umanis wuku Watugunung.

Pada hari ini adalah waktu yang sangat baik dan tepat untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dianugrahkan vidya (ilmu pengetahuan) dan kecerdasan, sehingga kita akan terbebas dari avidya (kebodohan) dan menuju ke pencerahan atau kebahagiaan abadi. Terutama para pamong dan siswa-siswa khususnya, serta pengabdi-pengabdi ilmu pengetahuan pada umumnya.

Kata "Saraswati: ber-asal dari : 'Sara’ berarti: "Dia yang memberi essensi/arti", ‘Swa’ berarti: 'diri sendiri',dan 'Thi, berarti: 'dia yang mengetahui'. "Sarasvati" juga berarti "yang mengalir", di dalam Rig Weda beliau digambarkan sebagai sebuah sungai yang senantiasa mengalir, beliau memberi kesuburan setiap kandungan wanita dan juga kesuciaan bagi semua pemu-janya. Oleh karena itu di India terdapat tiga sungai suci, yaitu:Gangga, Yamuna, dan Saraswati, yang selalu di puja dan dihormati.











Dalam legenda digambarkan bahwa Saraswati adalah Dewi /lstri Brahma. Saraswati adalah Dewi pelindung / pelimpah pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Berkat anugerah dewi Saraswati, kita menjadi manusia yang beradab dan berkebudayaan.

Dewi Saraswati digambarkan sebagai seorang wanita cantik bertangan empat, biasanya tangan- tangan tersebut memegang Genitri (tasbih) dan Kropak (lontar). Yang lain memegang Wina (alat musik / rebab) dan sekuntum bunga teratai. Di dekatnya biasanya terdapat burung merak dan undan (swan), yaitu burung besar serupa angsa (goose), tetapi dapat terbang tinggi .Upacara pada hari Saraswati berupa pustaka-pustaka, lontar-lontar, buku-buku dan alat-alat tulis menulis yang mengandung ajaran atau berguna untuk ajaran-ajaran agama, kesusilaan dan sebagainya, dibersihkan, dikumpulkan dan diatur pada suatu tempat, di pura, di pemerajan atau di dalam bilik untuk di upacarai.

Pemujaan / permohonan Tirtha Saraswati dilakukan mempergunakan bahan-bahan: 
air, bija, menyan astanggi dan bunga.

Setelah Saraswati puja selesai, biasanya dilakukan 
mesarnbang semadhi, yaitu semadhi ditempat yang suci di malam hari atau melakukan pembacaan lontar-lontar semalam suntuk dengan tujuan menernukan pencerahan Ida Hyang Saraswati.
Puja astawa yang disiapkan yaitu: Sesayut yoga sidhi beralas taledan dan alasnya daun sokasi berupa nasi putih daging guling, itik, raka-raka sampian kernbang payasan. Sesayut ini dihaturkan di atas tempat tidur, dipersembahkan ke hadapan Ida Sang Hyang Aji Saraswati.

Keesokan harinya dilaksanakan 
Banyu Pinaruh, yakni asuci laksana dipagi buta berkeramas dengan air kumkuman. Kehadapan Hyang Saraswati dihaturkan ajuman kuning dan tamba inum. Tamba inum ini terdiri dari air cendana, beras putih dan bawang lalu diminum, sesudahnya bersantap nasi kuning garam, telur.

Semua ini mengandung maksud, mengambil air yang berkhasiat sebagai ilmu pengetahuan.
(FAI)

Bookmark and Share

Related Posts with Thumbnails